Langsung ke konten utama

Postingan

Andai 'keburukan' yang kami lakukan berbekas di wajah, Tuhan .. Andai segala kemaksiatan kami berbekas  Akankah kami tetap berperilaku seperti ini ? Akankah kami rela merusak wajah sendiri ?

Belajar Sepeda

Betul ternyata kalau orang hebat itu dilahirkan dari suatu proses yang panjang. Kayak kita pertama kali belajar naik sepeda. Di mulai dari yang rodanya tiga, sampe kemudian yang rodanya dua. Inget berapa kali kita jatoh ? Berapa kali dengkul-kaki kita lecet ? Berapa kali kita nyebur got ? Nabrak pager rumah orang ? Nyenggol gerobak yang lagi mangkal ? Mungkin berkali-kali.

Jangan menilai seseorang lewat masalalunya

Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya. Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam, jauh dari sunnah, jauh dari hidayah, tenggelam dalam dunia yang menipu, terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista. Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan, peminum khomr, bahkan pelaku kesyirikan? Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini. Bisa jadi anda salah satu dari mereka para akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam, yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda. Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda, maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk. Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang, kondisinya tatkala akan meninggal, bukan masa lalunya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Amalan-amalan...

Mengapa Wanita Menangis ?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya.  "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi.  Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.  "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...." Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Ibu menangis tanpa sebab yang jelas".  Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan".  Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan,  "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab : Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, wal...

Bertahan di sekolah, buat apa ?

Alhamdulillah, gue sadar kalo kehidupan di SMA ini nggak bisa diulang. Kerja kelompok. Berebut point. Berebut air wudhu. Berebut mukena wangi. Berebut tempat parkir. Berebut beli nasi uduk. Berebut nuker jajanannya Sona sama hadiah. Berebut minta diajarin sama Nungky. Berebut tempat waktu les. Berebut masuk lingkeran pas liqo. Berebut ngantri di WC. Minta-minta tugas waktu remedial. Minta-minta nilai waktu tau pak Waluyo bakal pindah. Hm..satu nih yang belum. Minta-minta pak satpam bukain pintu waktu gue telat ! Eh tapi jangan sampe deh. Walaupun capek, alhamdulillah gue sadar kalo rutinitas yang kayak gini ini yang bakal bikin gue ketawa beberapa tahun ke depan.  Halah ! Lebay ? Yaa terserah sih ini kan opini :)

Melihat Kotoran

Melihat kotoran di mata orang memang lebih mudah dibanding melihat kotoran di mata sendiri. Mencari kejelekkan seseorang lebih mudah daripada menemukan kejelekkan diri sendiri. Menilai si A jorok padahal kita lebih jorok. Menilai si B bodoh padahal kita tak beda jauh. Menilai si C sebagai orang yang jauh dari Allah padahal kita lah yang jauh menurut Allah. Astaghfirullah. Tidak jarang kita mengeluh dan kurang bersyukur atas apa yang telah kita dapat. Karena apa ? Mungkin karena kita terlalu sibuk memperhatikan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain, hingga mengabaikan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Astaghfirullah.   Kita menganggap Allah tidak adil dan tidak pernah sudi mengabulkan doa kita. Kita mengira Allah pilih kasih dan lain semacamnya. Mendekatkan kita kepada hal yang kita benci dan menjauhkan kita dari hal yang kita sayangi. Padahal apa pada kenyataannya ? Sudahkah kita melakukan sesuatu yang Ia suka ? Mari sama-sama kita menggelengkan kep...

Rumahnya mahal

Tata    : Katanya kan kalo rumah ngadep matahari harganya mahal.. Ajeng  : Iya apa ? Tata    : Iya. Ajeng  : Kenapa ? Tata    : Soalnya kan kalo kena matahari jemuran cepet kering. Ajeng  : ng -_- #Bincangpincang