Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Menjadi Epidemiolog

"Eh, menurutmu aku cocok dimana ?” “Hmm dari tampangmu sih kayaknya disana. Kalau aku kalau aku ?” “Hmm dari tampangmu sih kayaknya disitu.” “Apa iya tampangku bilang gitu ?” “Nggak juga sih.” “Lah -.-” Salah satu percakapan yang melanda –beberapa– kita pada beberapa bulan lalu : hubungan antara tampang dan pilihan peminatan. Lucu. Tapi itu cuma sebatas percakapan seru-seruan di tengah kegalauan, bukan? Jelas nggak berhubungan. Pada akhirnya, kita memahami bahwa jawabannya ada dalam diri sendiri. Oke, dengan dituntun fatwa hati, Peminatan Epidemiologi dan Penyakit Tropik. Bismillah :) Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. -HR. Thabrani Lalu, apa mimpimu setelah lulus? Tentu menjadi pribadi bermanfaat. Ah ! Itu mah masih umum banget, jeng. Tapi, siapa sih yang nggak mau? Paling nggak, jangan jadi orang yang bahkan kehadirannya aja memberatkan orang lain. Nah, kalau kata Prajna Paramita sih, In the Name of Epidemi...