Saya suka mendengar teman saya bercerita tentang kampung halamannya. Mendengar cerita heroiknya tentang jalan berkelok-kelok yang mesti ia tempuh. Mendengar ia menyebutkan nama gunung yang biasa ia temui. Melihat ia kesusahan mengingat sejarah bagaimana desanya bisa dinamai. Suka. Hingga saya punya satu mimpi baru, keliling jawa ahahaha.
Agustus ini, saya ikut Bintari, mudik ke Temanggung. Motoran. Sepanjang jalan, takjub. Maklum, jarang liat gunung, sawah, sama jalanan naik-turun :D Pas ngelewatin Ambarawa, kita singgah di tempat wisata Rawa Pening. Keren deh. Waktu
pertama denger, "Rawa Pening ?". Kayanya pernah denger, tapi dimana
gitu yak lupa. Belakangan saya inget, kalau pernah nonton legenda ini
di salah satu stasiun tv swasta.
Nyampe Temanggung langsung disambut sama sawah-sawah tembakau. Katanya, lagi musim. "Bapakku
nggak ngerokok. Sebenernya nggak mau juga nanem tembakau. Tapi gimana ? Kalo nanem sawah sendiri, entar tikus-tikusnya pada ke sawah semua." Kurang lebih begitu, katanya. Bintari juga ngajak saya nyicipin bakso khasnya Temanggung, bakso lombok uleg. Selain itu, dia juga ngajak saya, eh nggak deng saya yang maksa dia, ke alun-alun, dilanjut mampir ke Masjid Agung Darussalam yang letaknya di sebelah barat alun-alun. Dari semua yang dia kenalin, saya sih paling suka pas dikenalin sama Gunung Sindoro dan Sumbing. Pagi-pagi naik motor ke arah Wonosobo cuma buat ngeliat mereka dari deket. Keren. Nggak heran kalo Cathy suka naik gunung. Eh tapi, saya lupa, yang di bawah ini Sindoro apa Sumbing yak ?
Tiga hari berlalu. Saya & Bintari balik Semarang. Pulangnya, lagi, di Ambarawa, kita singgah di Monumen Palagan Ambarawa. Kurang lebih itu jam 9 pagi. Awalnya, ragu buat masuk. Habis sepi. Akhirnya, kita ngintip dulu di pager masuk sampe dipersilahkan masuk sama mas-masnya. Kocak juga nih, kita pengunjung pertama yang dateng.
Ambarawa. Kayanya, dulu tempat ini pernah disebut-sebut di pelajaran sejarah SD, SMP, atau SMA gitu. Tapi, lupa disini kejadiannya gimana. Emang bukan warga negara yang baik nih -.-v Tiket masuknya, kalau nggak salah inget, 4000 buat hari biasa dan 5000 buat hari libur. Tempatnya luas. Ada juga ayunan, perosotan, mini outbound, pokonya mainan anak kecil gitu lah. Jadi mikir, kira-kira berapa pengunjung monumen ini per hari nya yak ? Apa pengunjung yang dateng paham sama sejarahnya ? Apa bodo amat dan lanjut foto-foto doang ? Hehe.






Komentar
Posting Komentar