Langsung ke konten utama

Mengunjungi Merby


Kemarin, semacam Sabtu yang gagal jadi biasa. Berawal dari iseng 'meng-iya-kan' ajakan reportase tetangga sebelah, saya tiba di Jalan Mataram. Ah, yakin, di dalam sini pasti ada banyak kejutan. Di dalam, saya temui anak dengan warnanya yang beragam. Berlari, menari, menyanyi, melukis, memainkan biola. Yang orang tua duduk menunggu di kedai makan, berbelanja souvenir, atau hanya sekadar bercengkrama di bibir taman. Tapi, bukan mereka yang utamanya kami cari. Siapa yang membuat mereka semua tertawa lepas dan menghabiskan waktu disini ? Yang membuat kami sejenak lupa arti bosan dan tertekan ?
Adalah ibu Grace. Pertama kali bertemu, waktu jadi dosen tamu di mata kuliah Kewirausahaan, Desember lalu. Saya masih ingat, slide pertama powerpoint-nya tentang "Kemandirian". Saat itu beliau bilang, mandiri adalah ketika kita mampu menjadi diri sendiri, mampu mengembangkan kemampuan yang ada, mampu mencintai diri sendiri, mampu menghargai orang lain, dan mampu membangun percaya diri. 


Suka. Sesederhana itu. Yang melatarbelakangi beliau menekuni bidang ini di tengah kesibukannya sebagai seorang Dokter Gigi. Eits, tapi beliau nggak mau tuh dibilang sibuk. Kenapa ? Soalnya, beliau suka sama apa yang dijalani, jadi sama sekali nggak ngerasa berat. Wah beda ya sama kita ? Suka ngaku-ngaku sibuk karena ada kerja kelompok dan rapat sana-sini. Malu euy !

Dulu, ibu dua anak ini juga sempet ngasih tau gimana caranya membangun pola pikir kreatif dalam dunia wirausaha. Mau tau ? Nih ! 1) Temukan ide, peluang, dan inspirasi baru. 2) Ubahlah kegagalan menjadi pemikiran cemerlang. 3) Ubahlah keterbatasan menjadi keunggulan. 4) Temuka solusi yang inofativ. 5) Temukan teknologi baru.

Berkunjung ke Klub Merby emang suatu kebetulan yang menyenangkan !

Komentar