Langsung ke konten utama

Selebrasi

Dulu, ada yang pernah bilang kalau kita ini kebanyakan selebrasi. Dari mulai seminar proposal sampai sidang akhir semuanya dirayain. Balon, boneka, selempang, bunga, sampai bakul jajanan. Setiap anak datang-bawa-berikan-foto-lalu sebarluaskan. Ya nggak salah, itu hak. Tapi, rasanya gimana ya kalau kita ada di akhir ‘giliran’ ? Di saat mereka yang dulu kita rayain udah balik ke kampung halaman, sementara kita masih berjuang untuk menemukan suatu awalan. Pada akhirnya nanti, ada nggak ya yang menyambut kita di luar ruangan ? #ngarep

Dulu, ada yang pernah bilang kalau setiap kita itu pasti punya tantangannya masing-masing. Entah itu datengnya di awal, di tengah, atau di akhir, semuanya pasti kebagian kok. Makanya, nggak setuju sama yang bilang “ih kamu enak ya dosbingnya ini sama ini…” “ih kamu enak ya variabelnya gitu doang…” “ih kamu kok belum selesai-selesai sih, padahal penelitianmu itu gampang lhoo…” Hayoo, emangnya kamu 24 jam selalu bareng dia  ? Emangnya kamu sama dia sama ? Emangnya yakin kalau kamu jadi dia kamu  bisa ? Inget, proses ini dipengaruhi sama faktor internal dan eksternal lho (misal dari faktor dosen hehe). Lagian, bukannya Allah Yang Maha Tau udah berfirman kalau Dia tidak membebani seseorang diluar kemampuannya (Al-Baqarah: 286). Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya.  


Alhamdulillah. Selamat mba Ufuk – mba mantan sedivisi annisaa yang kerudungnya warna merah muda apa ya. Selamat juga mba Yulia – mba mantan teman sekamar yang selalu tersenyum meski sering aku jutekin. Selalu ketawa sih lebih tepatnya. Gini nih jeng jadi cewek, Meski udah nggak serumah, setiap ketemu di kampus mbaknya ternyata masih sama, suka ketawa-ketawa. Jangan lupa masa-masa kita kena ‘wabah’ DBD satu rumah ya, mba. 


Alhamdulillah. Selamat mas Udin – anak Gamais yang baru aku ‘kenal’ gara-gara kepanitiaan UMF Insani dan baru pernah ngobrol gara-gara acara itu kayaknya. Parah bet jeng padahal se-fakultas. Selamat juga mba Nuruuuuul – mba yang…nggak bisa dideskripsiin. Terlalu banyak memori yang kita buat bersama. Tsaah apaansih jeng.


Alhamdulillah. Selamat miss rempong Fasella. Masih inget banget beberapa bulan lalu masih nongkrong di warung nyari wifi sambil nyari topik skripsi. Nyatanya malah download-in video deng. Tiba-tiba bulan ini udah wisuda duluan aja. Nggak tiba-tiba sih, pasti kamu udah melalui proses yang kita nggak tau seberapa sulitnya ya, sel.  


Dan dari semuanya, ini adalah foto favorit. Foto mba Nurul sama Bapak Ibunya. Jadi, pas wisudawan keluar ruangan kan di luar pasti udah banyak yang nungguin tuh. Pasti banget, jeng ? Ya nggak juga sih. Pokoknya, gitu lah. Terus mereka bakal riweuh sendiri, sementara orangtua kita cuma ngeliatin sambil bawain barangnya atau konsumsi yang baru dibagi di pintu keluar. Cuma ngeliatin masih mending kayaknya. Lah, mba Ufuk baru keluar aja udah kepisah sama ibunya gara-gara digeret duluan untuk foto sama anak-anak. Kan sedih. Melihat fenomena itu akhirnya aku beraniin diri buat ngajak Bapak Ibunya mba Nurul foto. Awalnya nggak mau gitu, malu-malu, eh tapi mau juga. Ih terharu.

Semoga tahun ini aku, kita, bisa membawa orangtua/sanak keluarga kesini yaa. Tempat antar-jemput. Antar pas pendaftaran, jemput pas wisudaan. Hehehe semangat ah ! Yuk perbaiki niat !

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”
(HR. Bukhari, Muslim)

Komentar