Adikku sudah besar.
Sore ini dia bangunin aku untuk sholat ashar. Nggak seperti biasa, bukan dengan suara gaduh yang sengaja dibuat, tapi dengan sentuhan lembut di tangan.
"Mba, bangun mba, udah ashar,"
Suara itu mengiringi sentuhannya.
Aku buka mata. Bangun dengan hati yang....malu. Harusnya aku yang ngasih contoh, tapi ini sebaliknya. Dulu, seusianya, mungkin aku belum rajin sholat, apalagi sampai ngingetin orang untuk sholat, kayaknya nggak kepikiran.
Adikku sudah besar.
Sekolah libur, dia jadi ahli main tiktok. Kasian ya kalau diliat anak-anak ini pasti bosen. Kangen sama suasana dan temen-temen sekolah. Tapi, dia masih bisa main sama temen-temen rumah. Iya. Harusnya nggak boleh juga ya karena lagi begini. Tapi gimana dong susah dilarang :(
Yang bikin aku terharu adalah, dia selalu main setelah menunaikan sholatnya. Misal mau main ashar, dia pasti sholat ashar dulu. Atau pernah belum sholat, dia pulang dulu untuk sholat. Meski sholatnya masih gedebak gedebuk, tapi untuk niatnya berhasil bikin aku mikir berat.
Adikku sudah besar.
Kemarin dia juga tiba-tiba ngetuk kamar. Ngasih eskrim.
"Ini mba"
Habis itu dia keluar lagi sambil nutup pintunya.
Dia tau, kalau pintu kamar di tutup artinya aku nggak mau diganggu. Dia juga nggak bakal ngajak main. Tapi entah gimana dia emang orangnya peka. Habis itu dia masuk lagi bawain mie sama air minumnya.
"Ini mba, pedes, ini minumnya"
Habis itu dia keluar lagi. Nggak pakai nanya, aku lagi kenapa. Tapi, aku tau, dia pasti tau, aku lagi ada apa-apa. Kata ibuku, adikku yang ini paling tau kalau ibuku lagi sedih. Kayaknya dia cukup peka untuk anak seusianya deh. Walau kadang ngeselin dan nyolot abis, ini anak hatinya bisa gini juga. Bahkan dia pernah lagi baca qur'an tiba-tiba nangis. Tapi kalau lagi galak beuh bikin aku yang malah nangis.
Adikku sudah besar.
"Mba, nggak kerja?"
Tanyanya, karena ngeliat aku hari Sabtu ada di rumah.
"Ini kan hari libur..."
Kemudian dia lanjut main hp.
Adikku sudah besar.
Kalau aku pulang kerja, pusing, biasanya merem sambil meluk dia yang lagi main hp. Pusingnya ilang karena jadi tidur. Dulu mikir, kenapa sih aku bisa punya adik lagi yang umurnya jauh banget. Ternyata banyak hikmahnya. Salah satunya: bisa ngilangin penat habis pulang kerja. Aku rasa bapakku juga setuju.
Sekarang, adikku semakin besar.
Akunya sibuk di luar.

Komentar
Posting Komentar