Memasuki babak baru kehidupan, bertemu dengan ketakutan yang nggak pernah aku bayangkan: testpack 1 garis merah. Rasanya sedih, marah sama diri sendiri, campur aduk, dan berujung nangis dan diemin suami.
"Nggak apa-apa, sayang"
"Kita usaha lagi, ya"
"Belum rejekinya aja"
"Aku sayang kamu"
Gimana nggak bikin kejer nangisnya :(
Ketakutan lainnya yaitu dikira orang udah hamil karena perubahan fisik. Mana ngomongnya sambil teriak di depan umum lagi, kan harus ketawa ya walau dalam hati menjerit aaak tidaaak.
"Ajeng gendutan udah isi yaa"
"Jeng habis keguguran yah"
"Silahkan bu kursinya buat ibu aja"
Pas naik busway, dikira orang aku ibu hamil.
Suamiku tertawa bahagia saja karena dia anggap itu doa.
Sayang, walau kamu ngeselin, tapi terimakasih ya udah mau ajak PP Purwakarta Bekasi cuma buat makan gelato dan pizza dan spageti. Ternyata aku terlalu mager buat kamu yang suka jalan dan jajan. Tapi aku tetep makan sih.
Komentar
Posting Komentar