Langsung ke konten utama

Postingan

Golput Bisa Jadi Kaya, Apa Iya ?

Minggu lalu saya survei lapangan untuk tugas mata kuliah Ekologi Pangan dan Gizi ke daerah Tambak Lorok, semacam kampung nelayan di daerah Semarang. Saya perhatikan, jumlah pamflet partai dan para calon legislatif banyak bertebaran disini. Lebih banyak dibanding jalan-jalan besar yang sebelumnya saya lewati. Bahkan, lebih banyak dibanding yang bertebaran di sepanjang jalan menuju kampus. #MulaiMikir

Yang Benar atau Dengan Benar ?

X     : Gimana presentasi aku kemarin ? Y    : Public speaking kamu bagus. X     : Tapi, jawaban aku nyambung nggak sama pertanyaannya ? Y    : Enggak. X    : Hah ? Emang iya, Z ? Z     : Sedikit. X    : Tuh kan, Y, sedikit doang yang nggak nyambung ! Z     : Maksud aku, sedikit yang nyambung. X    : Tapi, dari buku yang aku baca emang begitu jawabannya. Y     : Kamu tuh ngomongnya meyakinkan. Jadi, kita nggak sadar kalau itu salah :D Berarti kamu udah melakukan sesuatu secara bener, bukan melakukan sesuatu yang bener . Kalau yang kamu lakuin salah, asal kamu ngebawainnya bener, pasti jadi bener.  #Bincangpincang

Mengunjungi Merby

Kemarin, semacam Sabtu yang gagal jadi biasa. Berawal dari iseng 'meng-iya-kan' ajakan reportase tetangga sebelah, saya tiba di Jalan Mataram. Ah, yakin, di dalam sini pasti ada banyak kejutan. Di dalam, saya temui anak dengan warnanya yang beragam. Berlari, menari, menyanyi, melukis, memainkan biola. Yang orang tua duduk menunggu di kedai makan, berbelanja souvenir , atau hanya sekadar bercengkrama di bibir taman. Tapi, bukan mereka yang utamanya kami cari. Siapa yang membuat mereka semua tertawa lepas dan menghabiskan waktu disini ? Yang membuat kami sejenak lupa arti bosan dan tertekan ?

3 Idiots dalam Menit 01 : 34 : 58

Source : http://lapiskamay.files.wordpress.com/ Rancho           : Kau tau kenapa aku selalu juara ? Farhan            : Kenapa ? Rancho           : Karena aku mencintai mesin. Mekanika adalah jiwaku. Tahukah kau apa   jiwamu ? Inilah jiwamu. Kirimkanlah surat ini. Raju                : Apa itu ? Rancho           : 5 tahun lalu dia menulis surat untuk "Wild Life Photographer" idolanya.   Dia ingin mendatanginya, ke Hungaria, belajar dan bekerja bersamanya.   Tapi karena takut pada Ayahnya, yang lebih mirip Hitler, dia tidak   pernah mengirimkan surat ini. Hei, berhentilah jadi insinyur. Jadilah   Wild Life Photographer ! Jalani pekerjaan yang kau kuasai. Jika saja   Ayah M...

Temanggung

Saya suka mendengar teman saya bercerita tentang kampung halamannya. Mendengar cerita heroiknya tentang jalan berkelok-kelok yang mesti ia tempuh. Mendengar ia menyebutkan nama gunung yang biasa ia temui. Melihat ia kesusahan mengingat sejarah bagaimana desanya bisa dinamai. Suka. Hingga saya punya satu mimpi baru, keliling jawa ahahaha.

'Negeri 5 Menara' dalam Naungan Langit Al-A'raaf

Folder itu udah lama ada, cuma entah kenapa baru malam ini dibuka. Pilah-pilih, akhirnya, "Negeri 5 Menara". Perjalanan dimulai. Raga tetap pada tempatnya, tapi hati dan pikiran jangan ditanya entah kemana. #tssaah

Nurani Meng-iya-kan

X : Inovasi apa yang akan kamu berikan jika kamu masuk *** ? Y : Hmmm... saya belum mengenal *** terlalu jauh. Jadi saya belum tau mau ngasih inovasi apa. X : Menurut kamu bagaimana produk *** sekarang ? Y : Hmmm... gimana ya, saya kan belum liat produk buatan yang lain, jadi saya gak bisa nilai.        Karena belum ada pembandingnya. Tapi ya cukup bagus menurut saya. X : Seberapa yakin kamu bisa diterima ? Y : Diatas 50%. X : Iya berapa ? Y : Hmmm... 75%. Sebenernya saya bingung kalo mesti di-persentase-kan. Itu dapetnya dari mana. X : Coba promosikan diri kamu supaya bisa diterima. Y : Mbak.. *menatap matanya, dalam* X : Iya. *balik menatap* *hening sejenak* *zoom in-zoom out* Y : Jika nurani anda meng-iya-kan, pilih saya :))) #Bincangpincang