Langsung ke konten utama

Postingan

Bukan Jual Gorengan

Jeng, mau pesen buku dong. Buat kapan ? Besok. Dikira jual gorengan -.- -- Jeng, kok mahal banget.. Maunya berapa ? Sepuluh ribu. Belum desain-nya yang beda-beda, belum maunya yang cepet-cepet. Laundry aja yang kilat harganya mahal -.- -- Jeng, mau pesen lagi. Kamu yakin ? Kan di aku harganya mahal. Eh iya juga. Makasih ya, jeng. -- Jeng, mau pesen lagi. Buat kapan ? Sejadinya aja, jeng. Oke, minggu ke-dua Mei ya ! Lama banget jeeeng… -- Jeng, mau pesen dong. Desainnya gimana ? Terserah kamu jeng, yang menggambarkan aku.

Selebrasi

Dulu, ada yang pernah bilang kalau kita ini kebanyakan selebrasi. Dari mulai seminar proposal sampai sidang akhir semuanya dirayain. Balon, boneka, selempang, bunga, sampai bakul jajanan. Setiap anak datang-bawa-berikan-foto-lalu sebarluaskan. Ya nggak salah, itu hak . Tapi, rasanya gimana ya kalau kita ada di akhir ‘giliran’ ? Di saat mereka yang dulu kita rayain udah balik ke kampung halaman, sementara kita masih berjuang untuk menemukan suatu awalan. Pada akhirnya nanti, ada nggak ya yang menyambut kita di luar ruangan ? #ngarep

Ubukubuk : Cerita Bukubukuan

Dari dulu sebenarnya aku suka nulis. Nulis di buku temen – waktu dianya nggak ada. Nulis di tangan temen – waktu dianya tidur di kelas. Nulis di meja – waktu mau ulangan fisika (pernah doang kok, nggak sering #ngeles). Terus dulu punya cita-cita mau masuk buku pelajaran sejarah. Tapi, nggak kesampean karena nggak nemu-nemu dimana pintunya. Ya udah aku ganti cita-cita buat masuk buku sendiri aja alias bikin buku sendiri. Alhamdulillah , berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong keinginan luhur, akhirnya aku berhasil melahirkan sebuah buku pada tahun 2016 ini :)

Donorojo : Dari Mata Pembaca Suara

Mba, gimana disini, betah ? Wah betah kok, pak, enak ada pantai :D Yaa sengaja kali kita (baca : penduduk) di taruh dekat pantai, biar hilang disapu tsunami hahaha. Pemandangan dari teras belakang rumah singgah kami. Celetuk salah satu bapak yang secara tidak sengaja kami (saya dan kelompok) temui di daerah Kali Semut. Mendengarnya membuat saya tersenyum, getir, mengapa beliau bisa berpikir seperti itu ? Stigma dan diskriminasi, dua hal yang melekat pada Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK). Karena itu, kah ? Ditolak, dijauhi, dikucilkan. Tidak hanya oleh masyarakat, bahkan keluarga sendiri pun bisa. Salah satu OYPMK (saya lupa namanya) bercerita, ia ditinggal pergi istrinya karena kusta. Namun, di sisi lain kusta berhasil mempersatukan pak Endi (salah satu OYPMK) dengan istrinya. Bu Endi sangat antusias menceritakan pertemuan mereka, suka dukanya membangun keluarga, apalagi pak Endi kini berhasil menjadi PNS berkat kerja kerasnya. “ Saya takut diundang Hitam Putih...

Menjadi Epidemiolog

"Eh, menurutmu aku cocok dimana ?” “Hmm dari tampangmu sih kayaknya disana. Kalau aku kalau aku ?” “Hmm dari tampangmu sih kayaknya disitu.” “Apa iya tampangku bilang gitu ?” “Nggak juga sih.” “Lah -.-” Salah satu percakapan yang melanda –beberapa– kita pada beberapa bulan lalu : hubungan antara tampang dan pilihan peminatan. Lucu. Tapi itu cuma sebatas percakapan seru-seruan di tengah kegalauan, bukan? Jelas nggak berhubungan. Pada akhirnya, kita memahami bahwa jawabannya ada dalam diri sendiri. Oke, dengan dituntun fatwa hati, Peminatan Epidemiologi dan Penyakit Tropik. Bismillah :) Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. -HR. Thabrani Lalu, apa mimpimu setelah lulus? Tentu menjadi pribadi bermanfaat. Ah ! Itu mah masih umum banget, jeng. Tapi, siapa sih yang nggak mau? Paling nggak, jangan jadi orang yang bahkan kehadirannya aja memberatkan orang lain. Nah, kalau kata Prajna Paramita sih, In the Name of Epidemi...

Bandarharjo : Kisah Kuesioner Selayak Tamparan

Siang ini, saya dan teman-teman kelompok 1 kembali menyebar kuesioner. Kali ini kami mendatangi masyarakat RW 1 Kelurahan Bandarharjo. Berbeda dengan waktu sebelumnya, masyarakat yang kami datangi kali ini tinggal pada lingkungan perumahan padat penduduk yang dekat dengan pelabuhan. Kuesioner kali ini tentang penyakit tidak menular Diabetes Melitus (DM) atau masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah kencing manis. Kami dibagi menjadi empat tim. Saya satu tim dengan Ina dan Zulfa. Target pertama kami, tiga orang ibu yang sedang duduk di teras rumahnya. Kedatangan kami disambut hangat. Kursi kayu panjang berlapis cat biru langsung ditarik keluar untuk mempersilahkan kami duduk. Tidak lama kemudian teh botol bersedotan disuguhkan. Alhamdulillah .   Ina-Rino-Yoga-Aldi-Siti-Astri-Zulfa-Ajeng-Budi

Pimnas 27 : Cerita mimpi (kurang spesifik) yang jadi nyata

Dulu, waktu jadi mahasiswa baru 2012, saya punya mimpi di bawah. Waktu itu, kabarnya, Pimnas ke 26 tahun 2013 bakal dilaksanakan di Banjarmasin. Tahun itu mimpi saya nggak terwujud. Selain karena ternyata Pimnas-nya dilaksanakan di Universitas Mataram, proposal yang tim saya ajukan pun belum berhasil 'menembus' dikti :D